TIMES BANJARNEGARA, BANJARNEGARA – Walau sempat mengalami keterlambatan, pembangunan Pasar Ikan Lengkong di Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, akhirnya rampung. Pasar yang sudah lama diimpikan para pembudidaya bibit ikan di wilayah itu kini telah selesai 100 persen.
Pembangunan Pasar Ikan Lengkong dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan papan nama kegiatan, proyek tersebut tercatat dengan nomor kontrak 1507/DJPDSPKP-5/PL.420/IX/2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp 2.799.782.480.
Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh CV Antar Pulau Emas asal Palu dengan masa pengerjaan 90 hari kalender. Sementara itu, pengawasan proyek dilakukan oleh PT Seni Hasta Graha Desain.

Dorong Distribusi Benih dan Ikan Konsumsi
Keberadaan Pasar Ikan Lengkong diharapkan mampu mempermudah pemasaran berbagai jenis benih ikan maupun ikan konsumsi, khususnya di Kecamatan Rakit yang masuk kawasan Minapolitan Raja Purbawa. Pasar ini dirancang sebagai pasar perikanan yang representatif dan modern, lengkap dengan sarana pendukung distribusi.
Berdasarkan data paguyuban, pasar ini akan menampung sedikitnya 86 pedagang, dan jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring beroperasinya pasar secara penuh.
Ada beberapa jenis ikan yang akan disediakan di pasar ini, mulai dari ikan nila, emas, koi,lele, patin, Nilem, tawes dan jenis ikan hias lainya. Ikan konsumsi juga akan disediakan sesuai pesanan dari konsumen.
Di pasar tersebut akan dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk mempermudah akses distribusi bibit ikan ke berbagai daerah di Indonesia. Di pasar ini juga disediakan lokasi dan paking dan ekspedisi.
Aspirasi Masyarakat Perikanan
Ketua Paguyuban Masyarakat Perikanan Banjarnegara, Edi Santosa menyampaikan bahwa potensi perikanan di Banjarnegara sangat besar dan perlu terus dikembangkan. Apalagi, Banjarnegara telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan nasional.

Edi yang juga merupakan wakil rakyat mengaku memiliki latar belakang sebagai petani ikan. Berangkat dari kondisi Pasar Ikan Lengkong lama yang kurang layak, ia kemudian membawa aspirasi masyarakat perikanan Lengkong ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
“Kita tidak mungkin hanya mengandalkan APBD karena adanya efisiensi dan keterbatasan anggaran," ujar Edi, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, pengajuan pembangunan dilakukan melalui Pemerintah Desa Lengkong dan diteruskan melalui Bupati Banjarnegara hingga ke KKP. Pada akhir tahun anggaran 2025, KKP pun mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,6 miliar untuk pembangunan pasar ikan tersebut.
Pasar Ikan Diresmikan Februari 2026
Rencananya, Pasar Ikan Lengkong akan diresmikan pada pertengahan Februari 2026. Edi Santosa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bupati Banjarnegara, Dinas Pertanian, serta seluruh masyarakat Desa Lengkong yang turut menyukseskan pembangunan pasar ini.
Ia berharap kehadiran pasar ikan yang modern dan nyaman ini dapat meningkatkan aktivitas jual beli, memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli, serta berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat perikanan.
“Semua pedagang ikan, baik pembudidaya maupun penjual, silakan berjualan di Pasar Ikan Lengkong. Tempatnya luas, fasilitas lengkap, dan parkir memadai. Konsumen yang membutuhkan benih ikan, silakan datang langsung ke Pasar Ikan Lengkong,” ujarnya.
Edi menegaskan bahwa Banjarnegara merupakan sentra perikanan darat, khususnya benih ikan seperti mujair, nila, tawes, ikan emas, gurame, bawal, lele, patin, hingga ikan hias seperti koi dan arwana, yang seluruhnya dapat ditemukan di Pasar Ikan Lengkong Banjarnegara. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Pasar Ikan Lengkong Banjarnegara Rampung, Siap Jadi Sentra Minapolitan
| Pewarta | : Muchlas Hamidi |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |