TIMES BANJARNEGARA, BANJARNEGARA – Berdasarkan Informasi dari pemerintah pusat, tahun 2026 ada pengurangan signifikan pada dana transfer ke daerah. Sehingga ini menjadi tahun tantangan bagi keuangan daerah. Jika pada 2025 alokasi mencapai Rp 669 triliun secara nasional, tahun ini turun menjadi Rp 559 triliun.
"Untuk Kabupaten Banjarnegara sendiri, terdapat potensi pengurangan hingga Rp.168 miliar," kata Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) percepatan pelaksanaan APBD bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di pringgitan rumah dinas, Jumat (2/1/2026)
Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana menekankan pentingnya efisiensi dan kecepatan kerja mengingat adanya tantangan fiskal yang cukup serius dari pemerintah pusat.

"Kita harus lebih efisien. Ketergantungan kita terhadap pusat masih tinggi, sementara anggaran berkurang. Saya minta setiap program benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat," tegas Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana.
Mengubah Pola Kerja
Dalam kesempatan ini, Bupati Banjarnegara juga menginstruksikan agar semua OPD mengubah pola kerja dengan melakukan percepatan dan efisiensi. Seluruh proyek strategis dan kegiatan besar harus dapat dituntaskan dalam waktu 9 bulan pertama.
"Saya tidak mau lagi melihat BPKAD 'mengemis' penyerapan di akhir tahun. Proyek besar harus mulai lelang di awal tahun, terutama di Dinas PUPR, Pendidikan, dan Kesehatan. Jadi, bulan ke-10 hingga ke-12 kita hanya tinggal mengerjakan rutinitas," tegasnya.
Instruksi ini bertujuan untuk menghindari pengerjaan proyek fisik di akhir tahun yang bertepatan dengan musim hujan, sehingga kualitas bangunan tetap terjaga dan tidak cepat rusak.
Bupati juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di desa-desa. Ia meminta OPD tidak hanya fokus pada satu desa tertentu secara berulang, melainkan bergiliran agar keadilan sosial terasa di seluruh pelosok Banjarnegara.

Menutup arahannya, Bupati meminta para camat dan BPBD untuk selalu siaga (standby) menghadapi bencana, terutama di titik-titik rawan longsor saat musim hujan.
Ia juga meminta Kominfo untuk lebih agresif mempromosikan potensi daerah dan meminta Satpol PP meningkatkan patroli malam guna menekan angka kriminalitas serta pergaulan bebas di kalangan remaja.
"Dengan start kerja di awal Januari ini, saya berharap seluruh jajaran birokrasi bergerak serentak demi mewujudkan Banjarnegara yang lebih baik di tahun 2026," harap dr Amalia Desiana, Bupati Banjarnegara. (*)
| Pewarta | : Muchlas Hamidi |
| Editor | : Faizal R Arief |