Pecah Konsentrasi Satu Titik Objek, Disparbud Banjarnegara Akan Kembangkan Wisata Zona 2 Dieng
Untuk mendongkrak daya tarik wisata di Zona 2 lanjutnya, Dinas Pariwisata telah menyiapkan sejumlah strategi utama yaitu dengan menyusun master plan dan pembenahan destinasi.
BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara (Pemkab Banjarnegara) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), tahun ini mulai mengembangan pariwisata Zona 2 Dieng.
Kepala Disparbud Banjarnegara, Tursiman, S.Sos menyebut, langkah ini untuk penyebaran konsentrasi wisatawan serta mengantisipasi penumpukan pengunjung yang kerap terjadi di Zona 1 seperti pada perhelatan Dieng Culture Festival (DCF), sementara kunjungan wisatawan ke Zona 2 saat ini masih berada di bawah 1 persen.
"Kawasan yang mencakup Telaga Merdada, Telaga Dringo, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, hingga Telaga Sewiwi ini memiliki potensi besar dengan kondisi lingkungan yang masih sangat alami dan eksotis," kata Tursiman, Rabu (9/9/2026).
Untuk mendongkrak daya tarik wisata di Zona 2 lanjutnya, Dinas Pariwisata telah menyiapkan sejumlah strategi utama yaitu dengan menyusun master plan dan pembenahan destinasi.
Disparbud juga telah menyiapkan konsep perencanaan pengembangan untuk destinasi di Zona 2, di antaranya dengan melakukan langkah awal yakni pembersihan dan pembenahan di kawasan Telaga Merdada serta Telaga Sewiwi.
Disparbud lanjut dia, juga melakukan penguatan kapasitas masyarakat, oendekatan kelembagaan ini dilakukan dengan membina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan BUMDes sebagai mitra utama.
Langkah ini bertujuan agar masyarakat setempat dapat menerima serta mendukung penuh konsep pengembangan pariwisata daerah.
Homestay Berbasis Konservasi
Untuk menjadi keasrian kawasan, pengembangan homestay juga dirancang berbasis konservasi.
"Kami menolak edukasi pariwisata yang berorientasi pada alih fungsi lahan atau 'kabinisasi' secara masif di lahan hijau dan pertaniannya," tugasnya.
Homestay di Zona 2 diarahkan pada fungsi aslinya, yaitu mengajak wisatawan menginap di rumah warga untuk mempelajari kebudayaan lokal dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Skema kemitraan dan investasi, khusus untuk area Telaga Sewiwi, pemerintah mendorong kerja sama antara pengelola, masyarakat desa, dan calon investor guna melengkapi fasilitas penunjang tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan potensi kebencanaan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

