Jadi Pilot Project 'Revola Jateng Optimis', Banjarnegara Bakal Ubah Lahan Tidur Jadi Kawasan Produktif
Peluncuran program 'Revola Jateng Optimis' oleh Gubernur Jateng dan Bupati Banjarnegara (FOTO: Dok Kominfo Banjarnegara)

Jadi Pilot Project 'Revola Jateng Optimis', Banjarnegara Bakal Ubah Lahan Tidur Jadi Kawasan Produktif

Program ini berfungsi sebagai salah satu instrumen dalam penanganan dan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi lintas sektor.

TIMES Banjarnegara,Senin 10 Agustus 2026, 21:32 WIB
356
M
Muchlas Hamidi

BANJARNEGARAGubernur Jateng (Jawa Tengah), Ahmad Luthfi bersama Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana resmi meluncurkan program Revolusi Lahan Jawa Tengah Melalui Optimalisasi Lahan Integrated Smart Farming (Revola Jateng Optimis) di Kabupaten Banjarnegara, Senin (10/8/2026).

‎Peluncuran program 'Revola Jateng Optimis' ini dipusatkan di halaman Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Ma'arif Legoklangkir, Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, ditandai dengan penempelan telapak tangan pada layar LED.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah kerja sama dengan dunia pendidikan dan BUMDes setempat untuk pengawalan program berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini Gubernur juga menyerahkan bantuan secara simbolis dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi integrated smart farming. 

Suasana jelang peluncuran program Revola Jateng Optimis
Suasana jelang peluncuran program Revola Jateng Optimis

‎Berikan Manfaat Ekonomi 

‎Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam pengelolaan lahan agar memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

‎"Revolusi lahan ini dimanfaatkan bagaimana lahan tidur itu 'bangun' terus. Di situ ada perkebunan kopi, cabai, padi, kemudian ada perikanan dan peternakan yang semuanya menyatu. Sehingga harapannya di wilayah kita, petani selalu berkarya dan produktif," jelasnya.

‎Program ini, kata Gubernur, berfungsi sebagai salah satu instrumen dalam penanganan dan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, swasta, hingga petani milenial dari sekolah kejuruan setempat.

‎"Ini menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Lokasi ini kan berada di desil empat. Dengan cara seperti ini, mereka akan bisa naik kelas untuk tidak lagi berada dalam kategori miskin ekstrem," kata Gubernur.

Kompak dukung Revola Jateng Optimis
Lintas sektor kompak dukung Revola Jateng Optimis

‎Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares menyatakan, 'Revola Jateng Optimis' merupakan langkah strategis Pemprov Jateng dalam mengoptimalkan potensi lahan melalui pendekatan pertanian terintegrasi.

‎Program ini memadukan subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga perikanan yang diperkuat dengan teknologi pertanian modern berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

‎Lokasi pilot project lanjut dia, mencakup lahan seluas 10 hektar di Desa Susukan yang sebelumnya mangkrak dan menjadi lahan tidur selama lebih dari 12 tahun.

"Selama dua bulan terakhir, masyarakat disini bergotong royong bekerja menghidupkan kembali lahan ini," katanya.

‎Pengelolaan lahan tersebut dilakukan dengan sistem leveling atau pembagian zona berbasis komoditas yakni:

  • Level 1 ditanami kopi dan alpukat
  • Level 2 ditempati unit peternakan berisi ayam petelur, kambing, domba serta Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) berbasis smart farm untuk mengolah kotoran ternak menjadi pupuk. 
  • ‎Level 3 ditanami cabai dan pisang yang dilengkapi teknologi irigasi tetes (drip irrigation) dan sprinkler otomatis berbasis sensor kelembaban.
  • Level 4 difokuskan untuk budidaya padi dan jagung serta perikanan.

‎Melalui ekosistem sirkular ini limbah tanaman dijadikan pakan ternak dan kotoran ternak diolah kembali menjadi pupuk organik, kawasan ini diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi 625 KK warga kurang mampu (kategori desil 4) di Desa Susukan.

‎Dengan sistem terintegrasi ini, lanjut dia, petani tidak perlu menunggu bertahun-tahun. Setiap hari mereka sudah mendapatkan penghasilan dari telur dan pakan, tiap tiga bulan dari cabai dan seterusnya.

‎"Jika seluruh siklus 10 hektar ini sudah berjalan optimal, potensi pendapatan kawasan diperkirakan mencapai kurang lebih Rp1,95 miliar per bulan, sehingga diharapkan mampu mengangkat kesejahteraan warga keluar dari kemiskinan," jelas Defrancisco Dasilva Tavares.

‎Atas terpilihnya sebagai daerah percontohan di Jawa Tengah, Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana mengucapkan terima kasih dan berharap program Revola Jateng Optimis ini berdampak positif, terutama bagi peningkatan perekonomian masyarakat Banjarnegara.

‎Bupati juga mendukung rencana pengembangannya menjadi kawasan agrowisata terpadu di Wanayasa, di mana wisatawan kelak dapat menikmati kopi lokal dan hasil tani sambil belajar penerapan integrated smart farming.

‎"Saya berharap program ini nantinya tidak hanya diduplikasi di wilayah Jawa Tengah saja namun bisa diterapkan di seluruh Indonesia," imbuh Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banjarnegara, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.