Bapenda Jateng dan Pemkab Banjarnegara Bersinergi Tangani Piutang Pajak Kendaraan
Bapenda Jawa Tengah melakukan road show ke Banjarnegara untuk mengoptimalkan pajak daerah dan mensinergikan penanganan tunggakan pajak kendaraan bermotor.
Banjarnegara – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan road show ke Kabupaten Banjarnegara, Rabu (24/6/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk membahas optimalisasi pajak daerah serta penanganan piutang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Kepala Bapenda Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja Jawa Tengah, Triadi, S.H., M.H., QCRO., diterima langsung oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, dan Sekda Hendro Cahyono, S.E., M.Si., di Pringgitan Rumah Dinas Bupati.
Muhamad Masrofi menyampaikan, road show tersebut dilaksanakan dalam rangka berkolaborasi untuk meningkatkan serta mensinergikan penanganan tunggakan pajak kendaraan bermotor berbasis kewilayahan.
“Kami diutus Gubernur Jawa Tengah. Dalam hal kepatuhan membayar pajak oleh masyarakat, angkanya semakin menurun. Dari tahun 2025 dengan nilai kepatuhan bayar pajaknya 67 persen, sekarang berada pada angka 52 persen," kata Masrofi.
Ia menambahkan, penurunan tingkat kepatuhan ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama karena dipengaruhi oleh berbagai situasi, termasuk kondisi geopolitik, perekonomian, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Terkait pendapatan pajak di Jawa Tengah, Masrofi menjelaskan bahwa proses bagi hasil saat ini telah disalurkan secara langsung (real time) setiap hari ke berbagai pemerintah kabupaten/kota. Sistem ini membuat dana tersebut bisa langsung digunakan pada tahun berjalan, berbeda dengan mekanisme terdahulu yang penggunanya harus menunggu tahun berikutnya.
Kesenjangan Potensi dan Realisasi Pajak
Senada dengan Bapenda, Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja Jawa Tengah, Triadi, menyatakan bahwa pihaknya tengah mencari solusi atas adanya kesenjangan (gap) antara potensi dan realisasi pajak yang kian membesar.
Berdasarkan data hingga Mei 2026, total populasi kendaraan bermotor di Jawa Tengah mencapai 170.148 unit, dengan segmentasi golongan C1 atau sepeda motor menempati urutan tertinggi.
Sementara itu, untuk Kabupaten Banjarnegara, tingkat kepatuhan wajib pajak hingga Mei 2026 mencapai 47,9 persen. Dari total potensi sebanyak 130.254 unit kendaraan, sebanyak 62.439 unit tercatat sudah lunas pajak, sedangkan 67.815 unit sisanya belum lunas. Komposisi kendaraan di Banjarnegara didominasi oleh sepeda motor (golongan C1) sebesar 92 persen.
Tantangan Geografis Kabupaten Banjarnegara
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim road show Bapenda Provinsi Jawa Tengah dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun daerah.
“Banjarnegara mungkin di antara 35 kabupaten/kota merupakan daerah dengan geografis paling sulit. Dengan wilayah kota yang kecil, selebihnya adalah wilayah pegunungan yang rata-rata pengguna kendaraan bermotornya adalah petani atau pekebun, sehingga dipastikan kepatuhan pemakaian helm juga rendah," ujar Amalia.
Di sisi lain, untuk tingkat kepatuhan anak sekolah, ia menyebut sudah ada peningkatan kesadaran seiring dengan intensifnya sosialisasi yang dilakukan.
Bupati Banjarnegara mengharapkan kunjungan ini menjadi langkah sinergis untuk menyelaraskan ide dari tingkat provinsi hingga pusat.
“Kita bergerak bersama dengan pencapaian target yang semakin baik,” pungkasnya, seraya menambahkan bahwa hasil pembahasan ini akan dilaporkan ke Tingkat Provinsi Jawa Tengah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.