TIMES BANJARNEGARA, BANJARNEGARA – Tiga hari pelaksanaan Pasar Rakyat Banjarnegara (29–31 Desember 2025), dinilai berhasil mendongkrak perekonomian lokal akhir tahun 2025. Hal ini dapat dilihat dari nilai transaksi yang tembus Rp 567 juta.
Peran besar Pemkab Banjarnegara dalam kegiatan ini tentu sangat besar diantaranya dengan membebaskan biaya stand bagi para pelaku UMKM lokal Banjarnegara.
Tidak itu saja, Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banjarnegara untuk berbelanja di sini.

Kebijakan stand gratis bagi pedagang kata Bupati Banjarnegara adalah upaya nyata pemerintah memfasilitasi pergerakan ekonomi agar masyarakat kecil tetap berdaya di tengah perayaan tahun baru.
Dampak positif dari pasar rakyat ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Nilam, seorang pedagang mebel asal Punggelan misalkan, menyampaikan terima kasih atas kebijakan Pemkab menggratiskan setan.
Ia mengaku penjualannya meningkat selama tiga hari ikut buka stand di Pasar Rakyat Banjarnegara Tahun 2025.

"Alhamdulillah, berkah tahun baru. Masyarakat senang, kami pedagang juga senang. Lebih baik acara seperti ini daripada hura-hura kembang api," ungkapnya, Jumat (2/1/2026).
Baginya, pasar rakyat adalah panggung promosi yang efektif untuk mengenalkan kekayaan desa ke khalayak luas.
Transaksi Cukup Tinggi
Pj Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, menyampaikan, angka Rp567 juta tersebut baru berasal dari transaksi resmi di stan lokasi, belum termasuk pedagang lain yang berjualan di sekitar alun - alun.
Pasar Rakyat Banjarnegara diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan musiman, tetapi menjadi agenda rutin tahunan untuk memamerkan produk-produk lokal unggulan yang ada di Kabupaten Banjarnegara. (*)
| Pewarta | : Muchlas Hamidi |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |