Shalat Id Gelombang 2, Ribuan Umat Muslim Banjarnegara Penuhi Alun-Alun Kota
Shalat Idul Fitri gelombang 2 di Alun-Alun Kota Banjarnegara. (FOTO: Dok Kominfo Banjarnegara)

Shalat Id Gelombang 2, Ribuan Umat Muslim Banjarnegara Penuhi Alun-Alun Kota

Ribuan umat muslim Banjarnegara melakukan shalat Idul Fitri 1447 di Alun-alun kota, Sabtu (21/3/2026)

TIMES Banjarnegara,Sabtu 21 Maret 2026, 08:38 WIB
441
M
Muchlas Hamidi

BANJARNEGARARibuan umat muslim Banjarnegara melakukan shalat Idul Fitri 1447 di Alun-alun kota, Sabtu (21/3/2026). Ini adalah pelaksanaan shalat Id gelombang kedua, sebelumnya pada Jumat (20/3/2026), warga Muhammadiyah melakukan shalat Id di tempat yang sama.

‎Meskipun terdapat perbedaan hari pelaksanaan, suasana ibadah di Banjarnegara tetap berlangsung dengan khusyuk dan khidmat. 

‎Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang dipimpin oleh Bupati, jajaran Forkompimda, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

‎Bertindak sebagai Imam dalam sholat Idulfitri kali ini adalah Dr H Ahmad Nafis Athoillah STh.I MA (Ketua Lakpesdam PCNU Banjarnegara). Sementara itu, khotbah Idul Fitri tri disampaikan oleh Dr H Attabik Hasan Ma’ruf Lc MA (Ketua PC GP Ansor Banjarnegara).

‎Dalam khotbahnya, Dr H Attabik menekankan bahwa perbedaan waktu pelaksanaan lebaran seharusnya tidak menjadi sekat pemisah antar umat Islam. Ia menegaskan bahwa kekuatan umat bukan diukur dari besarnya sebuah organisasi, melainkan dari kesatuan hati.

‎"Pagi ini langit Banjarnegara dipenuhi gema takbir. Walau langkah kita mungkin berbeda hari, namun takbir kita tetap satu. Hati kita tetap bersatu dalam iman, dan tujuan kita sama ; mengagungkan Allah Yang Maha Besar," ujar H. Attabik di hadapan ribuan jemaah.

‎Ia mengingatkan jemaah, bahwa Islam tidak pernah mengajarkan keseragaman mutlak. Mengutip ayat-ayat Al-Qur'an dan pendapat para ulama klasik seperti Imam Malik dan Imam Al-Ghazali, ia menyerukan agar umat tetap menjaga tradisi lama yang baik sambil mengadopsi kemajuan zaman (al-muhafadzatu 'ala qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah).

‎"Pesantren, majelis ilmu, dan budaya gotong royong adalah amanah peradaban. Kita harus konsisten dalam nilai-nilai Islam agar lembaga-lembaga ini tetap menjadi akar peradaban yang kokoh dan memberi manfaat bagi umat," tambahnya.

‎Menutup khotbahnya, Dr. H. Attabik mengajak seluruh elemen masyarakat-baik dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Syarikat Islam, maupun organisasi lainnya-untuk kembali ke prinsip I’tishom (berpegang teguh pada tali Allah).

‎Umat ini lanjut dia tidak akan kuat hanya karena jumlahnya yang besar, melainkan karena hati yang bersatu dalam ketaatan. Jangan biarkan perbedaan fikih atau organisasi memecah persaudaraan kita.

‎"Idul Fitri adalah momentum untuk memperkuat persatuan dan menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam," imbuh Dr H Attabik Hasan Ma’ruf Lc MA yang juga Ketua PC GP Ansor Banjarnegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banjarnegara, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.