TIMES BANJARNEGARA, PACITAN – SMPN 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan mulai tahun ajaran 2026 resmi mengoperasikan layanan bus sekolah sebagai upaya menjamin keamanan, ketepatan waktu, dan kedisiplinan siswa sejak berangkat dari rumah hingga pulang sekolah.
Kepala SMPN 3 Ngadirojo, Teguh Basuki, mengatakan layanan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan transportasi siswa yang tinggal cukup jauh dari sekolah, sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan dan persoalan keselamatan di jalan.
“Bus sekolah ini bukan sekadar antar-jemput. Ini bagian dari ikhtiar kami membangun disiplin dan kesiapan belajar siswa sejak pagi,” ujar Teguh, Senin (5/1/2026), hari pertama masuk sekolah.
Layanan bus sekolah beroperasi dengan sistem titik jemput di pagi hari dan mengantarkan siswa kembali setelah seluruh kegiatan belajar mengajar selesai. Dengan pola ini, sekolah berharap ritme kehadiran siswa lebih tertib dan konsisten.
Menurut Teguh, keberadaan bus sekolah juga berdampak langsung pada kondisi psikologis siswa. Perjalanan yang aman dan terjadwal membuat siswa datang ke sekolah dengan lebih tenang dan fokus.

“Kalau urusan berangkat sudah aman dan tepat waktu, anak-anak bisa langsung fokus belajar. Itu tujuan utamanya,” jelasnya.
Program ini mendapat respons positif dari wali murid. Selain memberi rasa aman, layanan antar-jemput sekolah dinilai membantu mengurangi beban biaya transportasi harian.
Penyediaan bus sekolah ini sekaligus menegaskan arah transformasi SMPN 3 Ngadirojo sebagai sekolah yang adaptif terhadap kebutuhan siswa dan orang tua, serta berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif.
“Kami ingin memastikan akses pendidikan tidak terkendala jarak. Program ini kami harapkan berkelanjutan dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” pungkas Teguh. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Bus Sekolah SMPN 3 Ngadirojo Pacitan Beroperasi, Disiplin dan Keamanan Siswa Jadi Prioritas
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |